Showing posts with label Tips and Tricks. Show all posts
Showing posts with label Tips and Tricks. Show all posts

Saturday, October 11, 2008

SAMSUNG i780 RED VALLENTINE (Part One)

Yeah, I've got new Phones... 3 hari yang lalu, Device ini harus saya jemput sendiri ke JNE Tomang pukul 23.00 Malam. Tanpa berpanjang lebar, saya ingin membagi pengalaman saya sejenak bersama Gadget baru saya ini (WARNING : Nggak ada sama sekali pesan sponsor di sini) :

Photobucket

FORM FACTOR & STYLE

Tipis dan Stylish merupakan ciri khas Samsung i780. Meskipun tergolong HP dengan kemampuan komputasi yang mengagumkan, dan mungkin sangat pantas disebut HP kantoran, i780 tidak meninggalkan ciri khas yang modis dan cantik. Secara merk, samsung 1780 merupakan HP Samsung yang pernah saya miliki. Device dengan 37 key QWERTY Thumboard mungkin mengingatkan akan bentuk Blackberry.

Mungkin bagi beberapa yang pernah melihat orang memakai device ini, warna hitam merupakan warna yang biasa ditemui, terutama di Jakarta dan di Indonesia pada umumnya. Lantas kenapa warna Device yang saya miliki berwarna merah? Karena ini limited edition (dengan nama retail SAMSUNG i780 RED VALENTINE) dan hanya di jual di Singapura, konon dari beberapa orang kenalan saya, Warna jenis ini tidak akan masuk ke Indonesia kecuali dibawa dari negeri tersebut.

Dalam gambar di atas terlihat bahwa Device ini dilengkapi Touchscreen berukuran 2.55" (TFT 65K, dengan resolusi sampai dengan 320x320), touch screen yang bentuknya tak biasa ini, atau yang tak mau menyebut aneh, membuat beberapa aplikasi tidak berjalan dengan semestinya. Dan terus terang saja, Windows mobile (yang merupakan sitem operasi device ini) merupakan satu-satunya sistem operasi yang didukung oleh ribuan aplikasi Third Party yang berjalan dalam platform 320 x 240 (atau rasio 4:3)! Ini artinya ada masih terdapat gap yang harus diisi oleh devoper software untuk menciptakan dukungan kepada device ini. Namun meskiupun demikian, jika rajin mencari ada beberapa program third party yang jalan dengan baik.

Dibagian lainnya, 37 biji QWERTY Thumboard (saya sebut demikian, karena memang pas untuk jempol) memberikan kesan professional (merupakan salah satu alasan utama saya menjatuhkan hati pada device ini). Satu hal lain yang penting yang menurut saya revolusioner adalah penggunaan Mouse pointer atau track pad! (sama dengan pointer atau touchpad yang ada di notebook meskipun hanya cukup untuk satu jempol saja) menggantikan joystock yang biasanya selalu ada di setiap device Komunikasi masa kini.

Finishing case Device ini cukup baik, di bagian depan finishing berupa glossy piano, yang membuat device ini terlihat mengkilat dan sangat elegan, kalau diperhatikan dengan lebih seksama ada semacam glitter yang mirip sebuah cat metalik pada mobil.

Photobucket

Bagian belakang hanya terdiri dari sebuah kamera berkemampuan 2 Megapixel (tanpa autofokus) dan terdapat lubang speaker phone. Finishing bagian belakang berbeda dengan bagian depan, di mana bagian depan punya finishing glossy piano, sementara di bagian ini matte atau doff. Satu hal yang kurang menyenangkan, bagian ini mudah sekali menjadi ladang minyak dan tempat serap keringat tangan (finger & hand print) yang memegangnya. seharusnya perlu dipikirkan bagaimana membuat hal ini tidak perlu terjadi. Saya baca beberapa review di internet apabila dibandingkan dengan saudara-nya SAMSUNG i600, bagian belakang ini terkesan rapuh dan tidak sekuat i600, entahlah tapi yang jelas, apabila bagian belakang ini (terutama batery cover) apabila terpapar secara terus-menerus dengan keringat dan minyak tangan bukan mustahil cat-nya mulai pudar dan menghilang (I am pretty sure 'bout that!)

Photobucket

Di bagian samping, Samsung mengaplikasikan semacam "tulang" yang memiliki kesan berlapis titanium, di mana terdiri dari sebuah tombol dua arah yang fungsi utamanya adalah untuk pengaturan volume. Selain itu terdapat lubang untuk melakukan softreset. di bagian atas, terdapat tempat untuk mengaitkan lanyard.

Photobucket

Di bagian ini, terdapat sebuah tombol yang berasosiasi langsung dengan eksekusi media player atau shutter camera, tempat memory card dan lubang charger/kabel data/handsfree. Secara brilian samsung menempatkan tombol dan lubang ini menjadi sebuah design yang menawan. Saya akan sampaikan kekurangannya di bawah.

Photobucket

Di bagian bawah, tidak ada yang terlalu banyak tombol maupun lubang. Hanya terdapat sebuah lubang microphone atau biasa disebut mouthpiece

Photobucket

Di bagian atas terdiri dari sebuah tombol power, lubang speaker dan tempat sylus. Oh ya stylus dari Samsung i780 merupakan sylus teleskopik, yang dapat memanjang seperti antena. Sylus-nya sendiri cukup kecil, dan bagi saya yang biasa menggunakan PDA berukuran normal, stylus ini menjadi sangat mungil dan tidak mudah digunakan. BTW, bagi yang sudah menggunakan thumb mouse pointer, stylus mungkin tidak terlalu berguna.


SPESIFIKASI UMUM

Photobucket


WHAT'S IN THE BOX

Photobucket

Dalam paket penjualan terdiri dari :
1 (satu) unit Device Samsung i780 (Red Valentine)
1 (satu) unit Travel Charger
1 (satu) unit Battery charger
1 (satu) unit handsfree stereo
1 (satu) unit Kabel data usb
2 (dua) unit standar battery
1 (satu) unit transflash 1 GB
1 (satu) unit CD (Berisi Active Sync)
1 (satu) unit Quickstart Guide
1 (satu) unit Kartu Garansi
1 (satu) unit Box

BTW, Samsung i780 ini sudah terpasang screen protector yang cukup presisi menutup seluruh layar.


METODE INPUT

Photobucket

QWERTY Thumb board terdiri dari 37 Key berukuran mini. Bagi yang belum terbiasa, ukuran sekecil ini terasa menyulitkan. namun bagi yang sudah membiasakan diri mungkin akan lebih mudah. Keyboard ini tersusun dari 4 Baris, 3 baris pertama merupakan input key biasa, sementara yang terakhir terdiri dari special key. Terdapat dua dedicated key yaitu untuk SMS/Mail, GPS dan Fungsi getar. Tombol numeric dibedakan dengan warna putih di 3/4 tombolnya.

Di bagian atas thumboard, terdapat jajaran tombol yang terdiri dari Tombol Hijau (Call Keys - Sekaligus berfungsi sebagai Speakerphone), Tombol Merah (End Keys - Sekaligus berfungsi sebagai locking key), Tombol Windows, Tombol OK, dan yang terakhir Mouse Pointer yang dapat nerfungsi sebagai tombol eksekusi.

Mouse Pointer atau track pad, yang hanya pas seukuran jempol tangan terasa relatif mudah digunakan. Namun, bagi veteran pengguna PDA murni feature ini mungkin akan memperlambat gerak. Dengan stylus kita bisa langsung menuju ke titik yang ingin kita eksekusi, namun dengan memakai ini membutuhkan waktu.

Satu hal yang tidak saya suka, bagi para pengguna di kawasan tropis seperti di Indonesia, apalagi Jakarta yang gerah ini, ketika jempol kita berkeringat, sulit sekali mengarahkan pointer ke arah tertentu (dan ini suka membuat frustasi!). Namun, kita nggak bisa melihat ini dari satu sisi saja, dengan adanya pointer ini cukup hanya satu tangan yang bekerja!


LAYAR & KONEKTIVITAS EKSTERNAL

Photobucket

Layar berukuran 2.55" ini merupakan sebuah pilihan yang kurang bijaksana bagi developer device ini-sudah banyak orang mengatakan demikian-dan saya tidak akan mengulangi bahasan itu. Hanya sedikit merefresh bahwa memang saya agak kes ulitan memperoleh software third party yang bener2 klop dengan device ini, mengingat umumnya softawre yang di release memiliki resulusi layar dengan rasio 4:3 sementara resolusi device ini adalah square

Tidak seperti LCD PDA pada umumnya, LCD Device ini relatif keras, wajar mengingat lapisan LCD menyatu dengan body secara keseluruhan. Untuk melakukan tapping, saya belum terbiasa dan seolah-olah saya merasakan kekerasan yang tidak biasa dibandingkan PDA konvensional pada umumnya.

Photobucket

Seandainya saja Samsung dapat melengkapi standar plug 3.5" untuk handsfree dan earphone maka Device ini dapat menjadi sebuah Multi-media player yang mumpuni, mengingat tersedia puluhan jenis earphone dengan reproduksi suara yang lebih maksimal dibandingkan dengan bawaan pabrik. Jujur saja dengan plug all in (data, charger, handsfree) menjadikan konektivitas tidak fleksibel.

Mekanisme buka tutup lubang cukup mengkhawatirkan saya ketika setiap hari harus melakukan charging, syncronise dengan PC/Laptop dan mendengarkan musik lewat handsfree yang disediakan. Kekhawatiran saya mungkin terlalu berlebihan, namun saya rasa cukup beralasan, mengingat dapat saja tutup lubang charger/kabel data/handsfree dapat saja longgar dan akhirnya lepas.

Memang, dengan penggabungan ini lebih mempercantik tampilan Samsung i780, siapapun saya kira sependapat dengan saya, bahwa dengan design minimalis ini samsung akan mudah menjatuhkan hati siapa saja yang memegangnya. Dengan design tipis (12.9mm) membuat device ini akan mudah dikantongi.

Oh ya, Device ini bisa membaca 8 GB transflash/microSD. sama seperti yang saya gunakan dalam gambar (Transcend Transflash/microSD 8GB Class 4). Sebenarnya saya ingin mencoba menggunakan Transflash 16 GB namun di Jakarta belum tersedia, sehingga harus puas memakai ukuran 8GB. Meskipun besar, dengan kondisi saat ini, ukuran 8GB pun hanya tersisa 1/3-nya. mengingat saya dokumen yang terkandung di dalamnya cukup banyak.


BATTERY

Photobucket

Apabila bagian belakang Samsung i780 dibuka, maka akan tampak seperti gambar di atas. Cukup sederhana kelihatannya. Battery menempati 1/3 bagian dari mesin secara keseluruhan. Samsung juga bermurah hati memberikan tambahan 1 buah battery sehingga dengan demikian apabila dalam perjalanan tiba-tiba device kita kehabisan battery, maka dengan mudah akan menggantinya.

Seberapa kuat sih battery i780 mampu menghidupi device ini? secara umum, battery standard ini tergolong cukup kuat. Meskipun saya tidak melakukan test yang didukung oleh hardware pengetesan. Namun charging ulang setelah digunakan secara intensif 1.5 hari, cukup memberikan alasan bagi saya untuk berkata demikian. Apabila hanya dipake untuk menerima beberapa telp atau SMS saya kira battery ini bisa bertahan lebih lama.

TIPS! : Bagi sebagian orang, melepas battery cover Samsung cukup melelahkan dan membuat sedikit frustasi, mengingat kuatnya kaitan yang mencegah agar tutup battery jatuh dan hilang. Begini caranya.
1. Pegang Device dengan tangan kanan.
2. Kemudian tengkurapkan dengan posisi terbalik sehingga LCD berada tepat di telapak tangan kiri dan thumb boardnya ada di jari tangan kiri juga
3. Setelah device tengkurap dengan posisi terbalik, taruh telapak tangan kanan di atas tutup battery.
4. Berikan tekanan yang wajar ke seluruh bidang cover battery, dan dorong ke depan tutup battery (dengan telapak tangan kanan)
5. Maka, VOILLA!!! Battery cover akan terbuka :)

Photobucket

Satu lagi terobosan yang cukup brilian dari Samsung, dalam paket penjualan disertakan kotak yang dapat melakukan charging battery ke dua. Sehingga ini sangat memudahkan bagi mereka yang cukup sibuk dan tidak bisa lepas dari jaringan (HP Mati). Sementara battery utama dipakai di Device, battery cadangan dapat dicharge di mana saja, sepanjang terdapat AC Outlet.


KONKLUSI

Memang tak ada yang sempurna di dunia ini termasuk Samsung i780, namun demikian ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan di sini antara lain :

+ Slim, Slik, dan Design yang menarik
+ Ringan dan mudah digenggam
+ Track pad merupakan sebuah inovasi yang oke
+ Prosessor yang cepat
+ ROM & RAM yang besar
+ GPS (Support A-GPS) built in
+ Syncronisasi Mudah
+ Konektivitas yang mudah dan cepat
+ Battery tahan lama

- Resolusi layar yang tidak biasa (lack support from 3rd party software)
- QWERTY Thumb board yang elatif kecil
- Nggak ada Autofokus di layar kamera
- Battery cover mudah meninggalkan jejak minyak (fingerprints)
- Design Plug Kabel dana eksklusif
- Nggak ada plug 3.5" untuk earphone

Oke kira-kira sementara demikian, my On Hands hardware review, mungkin masih banyak hal yang belum saya mengerti mengingat baru beberapa hari saja device ini ada di tangan saya. Khusus untuk review software akan saya tulis dalam posting tersendiri.


I N F O
Photographer : Reza Rachmadiananto
Camera : Canon EOS 400D
Lenses : Tamron 17-50mm f/2.8 XR Di II
Flash : Nissin Di622
Filter : Hoya UV

Selengkapnya...

Thursday, September 18, 2008

MY WEDDING RING

Photobucket

Pada sebuah petang di bulan Februari 2008, sebelum nonton di sebuah Mall di bilangan Tunjungan Surabaya iseng-iseng masuk ke sebuah Toko Perhiasan yang ada di dalamnya. Tanpa punya tujuan khusus, kami melihat, browsing, dan mencoba-coba tanpa ada keinginan membeli. Sebelumnya kegiatan itu, beberapa kali lakukan baik di toko-toko emas di pasar maupun di mall.

Ada beberapa pertimbangan kenapa saat-saat itu kami sering mondar-mandir ke Toko Emas, karena saat itu lagi seneng-senengnya belanja untuk persiapan pernikahan kami beberapa saat mendatang. Belum lagi, harga emas perlahan meningkat seiring naiknya harga Bahan Bakar Minyak. Seolah-olah tidak ingin kecolongan, kami memutuskan untuk segera membeli Cincin Kawin.

Balik lagi ke Toko tersebut, ternyata ada satu model yang menurut saya cukup bagus untuk dibeli. Sepasang cincin platina bermata Zircon Terbaik (maklum belum mampu beli permata) dengan kesan modern akhirnya kami pilih (Foto ada di atas). Harganya memang tidak murah, terutama disebabkan harga emas memang saat itu tinggi dan ongkos design yang juga relatif mahal, namun meskipun demikian, cukup worth untuk dibeli.

Sekedar berbagi pengalaman, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum membeli cincin kawin. Perhatikan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan :

1. Lakukan riset, lakukan browsing di internet, baca majalah, atau kalau sempat jalan ke toko-toko perhiasan. Sebaiknya mulai mencari sekitar 3 bulan sebelum hari pernikahan. Kenapa? sebenernya ini alasan waktu, jadi Anda masih punya cukup kesempatan untuk mencari, berpikirdan melihat kembali cincin kawin yang diinginkan
2. Siapkan budget (terutama siapkan mental), harga cincin kawin harganya beragam tergantung bahan, kandungan, model dan tempat di mana anda beli. Kalau mau agak bagus siapkan dana mulai Rp. 3 Juta - Unlimited
3. Pikirkan beberapa tahun ke mendatang. pastikan model yang dipilih adalah model yang masih ingin dipakai sampai beberapa tahun ke depan.
4. Pilih yang simple dan nyaman dipakai. Disarankan
5. Lakukan pengukuran di saat kondisi tenang dan temperatur tubuh normal. Pernah saya baca jangan melakukannya pada pagi hari karena jari akan sedikit membengkak, karena tubuh masih mengandung garam yang tersimpan dari malam sebelumnya. Ukuran jari juga sedikit berubah setelah Anda berolah raga atau atau saat tubuh dalam keadaan panas dan dingin sekali.
6. Jika memiliki jari kecil jangan memakai cincin kawin yang berbentuk lebar.
7. Memilih cincin yang mudah dibersihkan adalah keputusan yang bijaksana, semakin simple akan semakin udah dibersihkan. Kalau memaksa memilih model yang rumit, pastikan Anda tahu akan membersihkannya.


Selamat berbelanja... :)

I N F O
Photographer : Reza Rachmadiananto
Camera : Canon EOS 400D
Lenses : Canon EF-S 18-55mm 3.5-4.5
Flash : -
Filter : Hoya UV

Selengkapnya...

Tuesday, July 15, 2008

TERSESAT?.... BELI GPS SEGERA !!!

Semua berawal dari perjalanan saya pada bulan Juni 2008 kemarin ke Bandung, Jawa Barat, memang bukan perjalanan pertama kali (hampir tiap bulan saya datang ke Bandung). Saat itu, saya ditugaskan oleh kantor untuk suatu keperluan di Pemkab Bandung di daerah Soreang, sambil menyelam minum air (apalagi urusan selesai pukul 11.30), saya sempatkan untuk datang ke klien saya di daerah Dayeuhkolot.

Masalahnya, driver saya bukan termasuk orang yang hafal jalanan Bandung. Apalagi ini ada di daerah pinggiran. Sesudah berputar-putar nggak jelas, antara 1-1.5 jam, akhirnya sampai juga ke tujuan di daerah Dayeuhkot. Memang sih, kalau telaten bertanya tak akan sesat di jalan he..he.., tapi akan lebih mudah jika dalam perjalanan berbekal peta atau device navigasi.

Sesudah selesai urusan, dalam perjalanan Bandung - Jakarta via Tol Cipularang terfikirkan untuk membeli GPS (Global Positioning System) sebagai teman perjalanan. Beberapa hari kemudian, terwujudlah rencana pembelian GPS tersebut!

Sebenernya ada beberapa pertimbangan GPS device yang ingin saya beli antara lain :
1. Portable
2. Gampang Pengoperasiannya
3. Relatif terjangkau harganya
4. Hemat batere

Dari kriteria tersebut, beberapa jenis device telah masuk list antara lain :
1. GPS untuk yang didedikasikan untuk dipasang di Mobil
2. Handheld GPS
3. Bluetooth GPS.

Photobucket

Dari ketiga pilihan tersebut, akhirnya saya putuskan untuk menebus Bluetooth GPS merk HOLUX M-1000 dengan pertimbangan antara lain :
1. Saya pemakai PDA, so ga masalah dunkz... :)
2. Relatif Portable, hanya sebesar korek api
3. Build quality cukup baik, dibanding merk sejenis.
4. Harga relatif cukup terjangkau, it's only Rp. 650 K

So? jadinya saya mau cerita apa yah? oke kita mulai saja...

WHAT's IN THE BOX

Photobucket

1 (Satu) Unit GPS Device
1 (Satu) unit Batere --> Kalo mau dipasang Nokia BL-5C, juga bisa
1 (Satu) unit Car Charger
1 (satu) unit CD Driver --> saya nggak tahu untuk apa ini
1 (satu) unit CD Smart to go trial
1 (satu) Unit CD Program (dari Toko)

Komentar saya di sini hanya satu, kenapa si Holux ini tidak menyertakan travel charger (maksudnya charger yang bisa menggunakan stop-kontak dinding)? padahal tidak semua orang (termasuk saya) menggunakan GPS kalau hanya berkendara mobil, kadang saya memakainya bersepeda, bersepeda motor ataupun sewaktu berjalan kaki.
Namun demikian, untungnya plug charger-nya Holux berbentuk "female mini USB", jadi kalo punya charger dengan kepala "male mini USB" bisa dipake (charger beberapa type Motorola cocok dipake), kalo saya sendiri memakai travel chargernya Creative Zen Micro, pas! plug & play he..he... Untungnya lagi, kalau tidak punya charger yg saya sebut di atas, unit GPS ini masih bisa di charger menggunakan rongga USB yang ada di PC atau Laptop! tinggal pilih aja deh ...

FITUR & SPESIFIKASI

Photobucket

- Built in MTK MT3318 Low power consumption GPS chipset.
- 32 parallel satellite-tracking channels for fast acquisition and reacquisition.
- Superior sensitivity up to -159 dBm.
- Built-in WAAS/EGNOS Demodulator without any additional hardware.
- Compatible with Bluetooth Serial Port Profile (SPP) completely.
- Low power consumption. Built-in rechargeable and changeable Lithium-ion battery, the working time can last 23 hours maximum.
- Provide expand terminal contact to other system without Bluetooth device.
- Support NMEA0183 V 3.01 data protocol.
- 3 color-LEDs indicate to show the status of device.
- FLASH based program memory. New software revisions upgradeable through serial interface.
- Small, sleek, and lightweight design easily fits in your hand.
- Over-Temperature protection
- Enhanced algorithms -SnapLock and SnapStart provide superior navigation, performance in urban, canyon and foliage environments.
- For Car navigation, Marine navigation, Fleet management, AVL, Personal navigation, Tracking System, and Mapping device application.
- Specs
- Search up to 32 satellites
- Receiver : L1, 1575.42 MHz
- C/A code:1.023 MHz
- Update rate : 1 HZ
- Antenna type : Built in patch antenna
- Minimum signal tracked : -159dBm
- Weight : < 53g
- On/Off switch : slide switcher
- Lithium-ion battery lasts for 23 hours of use maximum
- Operation temperature : -10 ºC to + 60 ºC
- Store temperature : -20 ºC to + 60 ºC (With Lithium-ion battery )
- Store temperature : -30 ºC to + 80 ºC (Without Lithium-ion battery )
- Operation humidity : 5% to 95% no condensing
- Position Accuracy
- Non DGPS (Differential GPS):
- Position : 3.0 m CEP without SA
- Velocity : 0.1m / sec
- Time : 0.1 microsecond. sync GPS time

DGPS(RTCM/EGNOS/WAAS/MSAS):
Position :
- < 2.2 m, horizontal 95 % of time
- < 5 m, vertical 95 % of time

Acquisition Time
- Reacquisition: 0.1sec.Average
- Cold start: < 36 seconds
- Warm start: < 33 seconds
- Hot start: < 1 second

TRIAL RUN

Photobucket

Okey, next step, pairing dengan PDA saya. Yah untuk diketahui sampai saat ini saya memakai O2 XDA IIs dalam bertelekomunikasi. XDA ini sudah cukup lama bersama saya, sekitar tahun 2006 saya ambil sebagai pengganti Motorola ROKR E1. Oh ya dibandingkan jika XDA IIs M-1000 terlihat mungil bukan? ya itu yang saya suka... selama beroperasi unit M-1000 dapat dimasukkan di saku baju atau celana, boleh juga masuk dalam tas :)

Proses pairing sendiri relatif cukup mudah, pertama bikin point koneksi dan secara otomatis akan terbentuk shortcut. Di dalam trial run ini saya menggunakan software dua software GPS untuk PDA yaitu MapKING 10 dan Garmin XT 4.10 (GXT). Kenapa dengan dua Software ini? saya suka tampilannya bener2 keren terutama untuk MapKING peta jakarta nya cukup lengkap sementara untuk Garmin XT punya peta asia yang ciamik.... :)

Photobucket

Setelah berhasil dipairing kira-kira tampilan informasi GPS di MapKING10 adalah seperti ini, posisi saya ada di Jakarta terlihat dengan titik koordinat, berapa jumlah satelite yang tertangkap di unit M-1000, dan streaming data (untuk yang ini saya nggak ngerti buat apa). Oh iya, tanpa adanya peta, software GPS ini nggak ada guna, ibarat sebuah peta buta (di jaman SD dulu he..he..), mungkin hanya bisa berfungsi sebagai kompas saja.

TRIAL RUN @ JAKARTA

PhotobucketYep! screenshoot ini saya ambil sewaktu saya melaju di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan menuju arah kantor saya di bilangan Thamrin di Jakarta Pusat. Sebagai informasi, saya memulai sesi perjalanan ini dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Begitu mobil melaju, saya set-up tujuan akhir perjalanan ini adalah kantor saya di Thamrin. Begitu ditentukan titik akhirnya GXT saya langsung melakukan kalkulasi bagaimana cara mencapai kantor saya, termasuk estimasi kapan saya bisa sampai di sana. Dalam kalkulasi tersebut GXT telah menentukan mana saja jalan yang harus saya lewati. Apabila kita mencoba mengingkarinya (maksudnya nggak patuh sama perintah GXT) maka akan segera dicarikan jalur alternatif, tanpa kita harus puter balik karena kebablasan :) Sehingga dengan demikian, nggak ada alasan bagi kita untu tersesat! (kecuali hilang sinyal). Dalam informasi yang tampak dalam screen XDA IIs saya tertera kecepatan dan arah kemana mobil berjalan. Kalau saya amati, sinkronisasi antara speedometer mobil saya dengan kecepatan di layar PDA hanya berselisih beberapa detik saja, sehingga dapat dikatakan device ini realtime

TRIAL RUN @ KENDARI to KOLAKA

PhotobucketSelagi masih hangat, maksudnya masih belum sebulan beli dari toko, GPS ini saya bawa dalam perjalanan dinas saya ke Pomalaa, Kolaka untuk meninjau tambang Nikel di sana. Screenshoot di sebelah saya ambil di hotel di mana saya menginap, sehabis penerbangan 3.5 jam dari Jakarta. Berhubung belum tersedia peta seluruh Indonesia, maka yang tertera hanya Informasi GPS saja. Oh ya Software yang digunakan MapKING10. Sewaktu dalam perjalanan menuju ke Pomalaa, Kolaka, M-1000 susah nge-locking satellite, saat itu mobil yang saya kendarai melaju dengan kecepatan 120 km/jam di lingkungan hutan, dengan jalan berkelok-kelok. Setelah stabil di kecepatan 50-60 km/jam baru saya berhasil nge-locking satelitte. Jadi mungkin dapat diambil kesimpulan, bahwa locking signal dari satelite akan susah didapat dengan kecepatan 100 km/jam ke atas, di tambah lagi rimbunnya pepohonan juga menghalangi signal. BTW, berhungung nggak ada peta tersedia, selama perjalanan tersebut GPS saya hanya berfungsi sebagai kompas saja.

TRIAL RUN @ SURABAYA

PhotobucketDalam masa trial run, M-1000 ini sempet saya bawa juga dan saya test ke Surabaya, Kota terbesar kedua setelah Jakarta. Dalam screenshot saya sedang melaju di Jalan Ngagel Surabaya, saat ini saya hanya mengaktifkan mode peta saja, bukan mode menuju tempat tertentu. Sehingga, hanya ditunjukkan lokasi sekitar saya saja. Apabila di set tujuan akhir saya, GXT dengan senang hati akan mengantar anda! Oh ya Commnet soal GXT, peta yang disediakan cukup lengkap, bahkan untuk di Surabaya sekalipun! Saya pikir POI (Point of Interest) yang tersedia di sini akan sedikit, namun ternyata dugaan saya salah. Di Surabaya misalnya, sewaktu saya khawatir isi tangki bensin kendaraan saya akan habis, dengan gampang saya menemukan SPBU terdekat, hanya cukup mencari POI terdekat anda akan dipandu sampai tujuan. Atau misalnya perut sudah lapar dan ingin makanan tertentu, dengan mudah kita akan menemukan restoran masakan jepang misalnya, Kentucky Fried Chicken apalagi.... Gampang!

KONKLUSI

Komentar saya tentang M-1000 sudah saya tulis di atas, yaitu hanya sampai dengan masalah travel charger, soal yang lain saya dudah cuku puas. Selain soal Device itu sendiri, menurut saya, sudah seharusnya setiap berkendara atau melakukan perjalanan kita membawa GPS, selain mudah menemukan lokasi tujuan kita akan sangat-sangat dimudahkan. seperti contoh yang telah saya tulis di atas. Bensin Habis? mau ngisi? cari aja di SPBU terdekat, Lapar? Mau makan? GPS akan memandu menemukan restoran terdekat atau yang sesuai dengan keinginan, Mau menuju suatu tempat tapi nggak ngerti? tanya sama GPS, anda akan selamat sampai tujuan. Tentu saja, kalau sudah tersedia peta dunkz... he...he... But after all, thanks to GPS technology, suatu saat, suatu waktu, dalam perjalanan darat dari Jakarta menuju Denpasar, saya akan coba ikuti petunjuk GPS dalam kendadaraan saya he..he.. Doakan yah!


I n f o

Photographer : Reza Rachmadiananto
Camera : Canon EOS 400D
Lenses : Tamron 17-50mm f/2.8 XR Di II
Flash : Nissin Di622
Filter : Hoya UV
PDA : O2 XDA IIs WM 03
Software : MapKING10 & Garmin XT
GPS : HOLUX M-1000

Selengkapnya...

Saturday, May 31, 2008

SUVENIR PERKAWINAN, CARI DI PASAR JATINEGARA!

Siapapun pasti pernah mendengar tentang pernikahan bukan? pasti dunkz... :) salah satu hal yang dicari bagi pasangan yang akan menikah untuk melengkapi acara resepsi pernikahan adalah "Suvenir". Memang sih, benda ini boleh dibilang "penting gak penting", kenapa? bagi saya sendiri pesta perkawinan boleh dong nggak ada suvenir, toh kadang suvenir yang kita berikan sama sekali nggak dipake sama yang menerima atau bahkan dibuang... :( duh sayang banget kan? di sisi lainnya, kalau nggak ada suvenir kok ya agak aneh, menyimpang dari kebiasaan, pelit dsb... you name it! :)

Lah kok malah bicara yang lain sih :) Ok. Hari sabtu ini, mestinya saya nyelesain pekerjaan di kantor, tapi berhubung lagi males, sewaktu siang saya putuskan untuk pergi nyari suvenir perkawinan untuk saya dan pasangan saya nanti. Sebelum berangkat, saya sudah persiapkan diri untuk membaca beberapa referensi tentang tempat nyari suvenir yang murah & banyak pilihan. Dari beberapa bacaan yang saya dapatkan, Pasar Regional Jatinegara adalah tempat yang cocok untuk mencarinya! Sebenernya ada lagi tempat yang jauh lebih dekat dari kantor saya di daerah Thamrin, yaitu Pasar Pagi Asemka, tapi berhubung pasangan saya pernah ke pasar ini dan tidak menemukan yang dicari, akhirnya saya putuskan untuk mencoret tempat ini dari daftar

Di mana sih Pasar Jatinegara? Orang Jakarta sendiri belum tentu pernah ke sini lho, kalau belum coba lihat dalam peta di bawah ini (yang saya gambar dengan tanda panah), di situlah Pasar Jatinegara berada! :)

Photobucket

Karena merupakan sebuah Pasar Regional, Pasar Jatinegara merupakan kawasan yang sangat padat, padat & semrawut malah. Jadi, siapkan mental & kesabaran kalau jalan ke sana, terutama saat akhir pekan. Sekedar tips, kalau tidak mau terlalu lama ngantri masuk areal parkir pasar, anda dapat menaruh kendaraan anda di Jatinegara Trade Center yang terletak di depan Pasar. Meski harus berjalan agak jauh, tapi kita tidak perlu mengantri :)

Pasar Jatinegara juga dikenal dengan nama Pasar Mester, tolong dikoreksi kalau salah (karena tahu ini dari forum, dan validitasnya belum di uji, he..he..), Pasar ini disebut dengan nama mester karena dulu ada Orang Belanda yang jadi tuan tanah disana. Halah kok malah ngomong sejarah :) Ok. Langsung masuk ke pasar... Saat saya datang, waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB! Puanas! Pengap! dan pastinya sumpek! maklum lah namanya pasar, jangan bayangkan kalau anda belanja di Mal dengan pendingin ruangan yang sangat nyaman. Secara umum yang meramaikan pasar ini adalah kaum perempuan, jadi kalau anda laki-laki jangan malu yah ikut menawar dengan ibu-ibu & mbak-mbak yang saya akui dengan sangat gagah & gigih menawar he..he.. :)

Terheran dan takjub ketika saya pertama kali datang di Pasar ini, dan hari sabtu ini merupakan kali pertama dalam hidup saya datang ke pasar seperti ini, di mana bangunan pasar yang cukup besar ini seakan-akan tak mampu menampung luapan orang-orang yang sedang malakukan transaksi. Untuk masuk ke dalam, kita harus membiasakan diri untuk lelalu bersetuhan & bersenggolan dengan sesama pengunjung pasar.

Sekilas saya lihat, barang yang paling banyak diperdagangkan adalah kain, dan pakaian jadi, sehingga saya agak bingung juga di mana letaknya toko Souvenir Perkawinan itu? Setelah celinguk kanan-kiri, bertanyalah saya ke satpam, dan ternyata lokasi yang penuh dengan souvenir ada di lantai basement.

Memang sih, di lantai ini, hampir semua toko menjajakan hal yang berkaitan dengan perkawinan, seperti kotak seserahan, peningset dan tentu saja suvenir. Jujur saja saya tidak terlalu tertarik untuk lama mengeksplor lantai ini, sumpek-nya jalan membuat saya tidak banyak melakukan survey harga dari satu toko ke toko yang lain. Saya ber asumsi kalaupun toh harga suvenir yang saya ambil terlalu mahal, paling selisihnya tidak seberapa dibandingkan toko yang lain, mengingat penjualan dalam kawasan umumnya relatif terkontrol, dan biasanya diferensiasinya terletaik di service atau pelayanan.

Oke deh, langsung saja saya menuju toko yang sepertinya ramai dikunjungi ibu2 :) Berhubung saya laki-laki, semula mbak-mbak pemilik toko nggak terlalu antusias melayani saya :( Nanya sini dan sana nggak banyak tanggapan, tapi daripada harus nyari deitempat lain akhirnya (sedikit dengan memaksa he..he..) minta jadi prioritas. Tapi ternyata si Mbak, cukup ramah juga kok, tadi masih banyak pembeli sehingga kurang fokus untuk melayani saya.

Setelah banyak bertanya, termasuk konsultasi dengan pasangan saya, dipilihlah Kipas & Kotak tempat lipstick sebagai suvenir pernikahan kami nanti. Toko juga menyanggupi pesanan saya yang cukup customize di mana suvenir itu dibungkus dengan mika dan pita. Ternyata pesanan saya jadi di luar ekspektasi saya, 1 minggu sudah bisa di ambil! hebat juga saya pikir. :) Pola pembayaran 50% sebagai DP (Down Payments) dan 50% sisanya akan dibayar ketika barang saya ambil. Sudah deh... transaksi ditutup hanya dalam waktu 30 menit! (he..he.. cepet yah! soalnya saya nggak minta & nawar yg macem2)

1 MINGGU KEMUDIAN

Sesuai dengan waktu yang dijanjikan, hari sabtu berikutnya saya datang ke Pasar ini lagi untuk mengambil barang. Alamaak... ternyata kardus tempat suvenir cukup banyak & ukurannya sangat besar! sempet kepikiran bagaimana mengirim suvenir ini ke Surabaya...

Setelah saya bayar, si Mbak memanggil 2 orang tukang angkut untuk membawa suvenir ini ke Mobil Saya yang saya parkir di Jatinegara Trade Center. Berhubung jauh si Tukang angkut minta upah Rp. 20,000.- seorang, setelah ditawar mereka mau dibayar Rp. 15,000.- seorang. Mungkin kalau saya parkir di parkiran Pasar, Rp. 10,000.- juga sudah terlalu banyak... :)

UNBOXING SOUVENIRS

Photobucket



Photobucket

Gambar pertama di atas adalah pesanan kipas saya yang dibungkus oleh tabung mika, sementara untuk yang kedua adalah tempat lipstick yang juga dibungku mika. kedua pesanan tersebut juga dilengkapi dengan pita beserta bunga untuk aksen. Mengingat kardus yang diberikan untuk tempat suvenir sudah sangat reyot dan tidak layak untuk dipakai menirim, jadi harus saya packing ulang termasuk di bungkus lakban secara penuh. Dan akhirnya bungkusan tersebut telah saya kirimkan ke Surabaya via Ekspedisi yang menggunakan jasa Kereta Api Sembrani, Jurusan Jakarta - Surabaya.

So bagi pasangan yang mau nyari souvenir wedding, happy hunting! :)


Photograph By : Reza Rachmadiananto
Camera : EOS 400D
Lenses : Tamron 17-50 f/2.8 LD XR DiII AF
Filter : Hoya UV (0)

Selengkapnya...

Sunday, May 18, 2008

BELAJAR HDR (High Dynamic Range)

Akhir-akhir ini gue lagi demen bereksperimen dengan High Dynamic Range, kenapa? kenapa ya...? :) karena warna HRD itu keren bener! seperti melihat pemandangan yg tidak biasa. Kalau melihat hasil jepretan kamera digital biasa Range yg dihasilkannya umumnya sangat terbatas, misalnya nih, kalo kita lagi motret gedung dengan awan yg bagus, umumnya kita milih salah satu AWAN atau GEDUNG. Kalo Fokus-nya diarahkan ke gedung maka metering di Kamera akan menyesuaikan dg lingkungan Gedung, hasilnya Awan akan cenderung Over Exposure, demikian sebaliknya.

Sebenernya apa sih HDR (High Dynamic Range) itu?, berdasarkan (copy-paste) Wikipedia.org : In image processing, computer graphics and photography, high dynamic range imaging (HDRI) is a set of techniques that allows a greater dynamic range of exposures (the range of values between light and dark areas) than normal digital imaging techniques. The intention of HDRI is to accurately represent the wide range of intensity levels found in real scenes ranging from direct sunlight to shadows.

High Dynamic Range Imaging was originally developed in the 1930s and 1940s by Charles Wyckoff. Wyckoff's detailed pictures of nuclear explosions appeared on the cover of Life magazine in the early 1940s. The process of tone mapping together with bracketed exposures of normal digital images, giving the end result a high, often exaggerated dynamic range, was first reported in 1993, and resulted in a mathematical theory of differently exposed pictures of the same subject matter that was published in 1995. In 1997 this technique of combining several differently exposed images to produce a single HDR image was presented to the computer graphics community by Paul Debevec.

This method was developed to produce a high dynamic range image from a set of photographs taken with a range of exposures. With the rising popularity of digital cameras and easy-to-use desktop software, the term "HDR" is now popularly used[3] to refer to this process. This composite technique is different from (and may be of lesser or greater quality than) the production of an image from a single exposure of a sensor that has a native high dynamic range. Tone mapping is also used to display HDR images on devices with a low native dynamic range, such as a computer screen.


Bagaimana cara bikin HDR? Googling aja yah? nggak bisa bikin tutorial yg baik dan benar nih (lagi males soalnya he..he..) :) BTW ini Contoh hasil belajar HDR yang bisa gue buat ...

Contoh 1/4
Photobucket


Contoh 2/4
Photobucket

Contoh 3/4
Photobucket

Contoh 4/4
Photobucket

Lokasi : Seputaran Kota Tua, Jakarta
Camera : Canon EOS 400D
Lensa : Tamron 17-50mm f/2.8 AF XR Di
Filter : Hoya CPL (Circular Polarizer)
S/W : Photomatix 3.0

Selengkapnya...

Thursday, April 10, 2008

FASTNET OH FASNET

PhotobucketPhew... :) setelah hampir satu bulan menunggu, kemarin sore teknisi PT. First Media Tbk, akhirnya pasang sambungan internet (FAST NET) di tempat gue. Sebelumnya, ketika tahu bahwa agak susah pasang fastnet, mengingat antrian yang begitu panjang (maklum harga jasa yang ditawarkan emang murah sih dibanding ISP lain) gue nyoba cari 'jalan lain' yang ditawarkan oleh 'oknum-oknum' di beberapa forum. Nggak malah membantu, justru makin mempersulit dengan upah jasa yang nggak masuk akal dan pelayanan asal-asalan, cuma bisa janji nggak pernah di tepati. Geblek!!! Nggak tahan selalu uring2ngan & makan ati sama si Oknum ini, akhirnya gue lepasin aja. Setelah itu iseng2 gue coba telpon CS PT. First Media Tbk. yg resmi (waktu itu habis maghrib) eeeh... ga taunya langsung dibikin schedule pemasangan. dan setelah 7 (tujuh) hari kalender telah terpasang ditempat gue :) tanpa hasus makan ati dan keluar biaya tambahan sepeserpun... (ada dink he..he.., yah sekedar tips buat teknisi-nya buat beli gorengan he..he..)

Photobucket


Yap! for the first time gue beli paket FAST NET 786 seharga Rp. 295,000.- (belum termasuk PPN sehingga biaya yang harus gue bayar per bulan adalah sebesar Rp. 324,500.-). Emang sih lebih mahal Rp 60,000.- dibandingkan dengan XL Corporate gue, tapi soal kecepatan gila cing... :) kalo gue pake XL Corporate @ jalur 3G paling banter dapat kecepatan 64 kbps, coba bandingkan dg 768 kbps!!! (bahkan pada prakteknya sering lebih kenceng). Dengan terpasangnya FAST NET, berarti gue akan menutup XL GPRS gue yang telah menemani selama 2 tahun terakir.... hiks.. :( apa boleh buat, gue belum mampu bayar 2 koneksi internet.

PhotobucketO Iya dalam pemasangan untuk paket ini, disediakan modem gratis (Pinjem pakai), kalo nggak salah PT. First Media Tbk, sediain 3 pilihan merk modem Motorola, Scientific Atlanta (SA) & satu lagi gue lupa. Kebetulan gue dapet MOTOROLA SURFBOARD SB5101i, dalam keadaan baru. Masih segel Boo... :) Peminjaman modem ini nggak diberikan kepada pelanggan yang pasang paket dibawah 768 (512 & 384). Tapi sebenernya kalaupun kepengen pasang paket yang nggak dapet pinjeman modem, kita bisa beli di PT. First Media Tbk. Harganya sendiri gue rasa masih cukup murah dibandingkan beli di Mangga Dua atau Glodok (sekitar Rp. 700 ribu). Berdasarkan pembicaraan dengan CS, cable modem di atas ditawarkan sekitar Rp. 450,000.- + PPN 10% = Rp. 495,000.- (Kenapa PT. First Media Tbk, bisa jual murah mungkin karena mereka ada kerjasama dg vendor/pabrikan modem kali ya...)

Pemasangan internet nggak lama kok, total jendral mungkin sekitar 30 menit. Nggak perlu setting yg ribet, yang agak lama sih masang kabel ke TAP yg letaknya ada di dekat tiang Listrik depan rumah. Kalo soal online-nya, teknisi cukup telp ke base-nya dan voilla!!! sudah ON.

Setelah teknisinya pulang, gue geber tuh internet... wew!!! gue buka TV berita-nya Kompas.com enak banget, demikian juga TV beritanya detik.com streamingnya nggak nge-lag & nggak patah-patah. Saat internet gue terpasang, di Indonesia lagi gencar-gencarnya blokir beberapa situs internasional seperti Rapidshare & Youtube. Soal ini sih saya cuma prihatin, cuma bisa ngomong kalo mau nangkep satu ikan jangan kasih potas satu kolamnya dunkzz... :( nek jare wong jowo, ojo digebyah uyah :) Oke balik lagi, untungnya khusus untuk Rapidshare sudah banyak cara bypass blokiran dg ganti IP-nya Rapidshare sehingga gue masih bisa download data sekaligus burn-in koneksinya (untung juga gue baru aja beli account RS di warung sebelah, so nggak perlu nunggu buat bisa D/L). Hasil dari test drive selama 24 jam dapat dilihat di gambar bawah :

PhotobucketCoba liat, dalam sehari gue (24 jam) menghabiskan bandwith sebesar 7.1 GB. Rata-rata Receive & transfer rate bisa mencapai 350 MB/jam, dan bisa dibayangkan betapa akan semakin menggembungnya data di hardisk. he..he.. (Hardisk gue yg 320 GB aja udah tinggal 11% ruang kosongnya..., kayanya mesti siap-siap buat beli hardisk baru nih, & lagi ngincer WDC 500GB). Dalam burning test ini, kecepatan rata-rata bisa dapet di atas 786 kbps (diukur dg DU Meter).

Untuk sementara ini ga komplain nih sama Fastnet :) Semoga aja nggak perlu komplen deh...

Selengkapnya...

Thursday, March 27, 2008

SPOT PREWEDDING @ BROMO

Saya ingin berbagi pengalamaan saat pengambilan gambar pre-wedding kemarin tanggal 20/21 Maret 2007, siapa tahu ada yg nantinya juga pengen prewedding di sini. he..he... :) Tulisan ini akan lebih fokus kepada masalah transportasi dan spot pengambilan gambar. Untuk mudahnya akan saya sertakan peta yang saya modifikasi di bawah :

Photobucket

Transportasi

Untuk menghemat ongkos transport sebaiknya membawa kendaraan bukan jenis sedan atau minibus. (yang ditakutkan tidak kuat menanjak sehingga harus menyewa kendaraan di sana) :) Pemilihan rute juga berpengaruh kepada bagaimana cara kita berhemat. Dalam peta tampak jalur merah yang merupakan rute perjalanan saya kemarin. Dalam Rute perjalanan merah, medan menanjak masih dapat dilalui mobil sekelas kijang (meskipun tetap menanjak namun jalan yang dilalui relatif mulus), sementara untuk jalur biru, lebih terjal dan sulit. Saya nggak tahu pasti, kata beberapa orang, mobil pribadi (apabila melalu jalur Tongas-Ngadisari, jalur biru) tidak diperbolehkan naik sampai ke Puncak Penanjakan, kecuali harus menyewa Toyota Hardtop di bawah sebelum menuju puncak.

Spot/Lokasi

1
Lokasi ini merupakan lokasi tertinggi yang dapat dijangkau oleh kendaraan untuk dapat memperoleh view pegunungan/daerah Tengger dan sekitarnya. Apabila cuaca cerah (tanpa awan & kabut) maka Anda dapat melihat spot yang sangat indah misalnya saat matahari terbit, kemudian pemandangan Bromo, Batok bahkan Semeru. Kalo bawa kamera IR (Infra Red) spot di bawah bangunan (gardu pandang) merupakan lokasi terbaik untuk mengambil gambar. Mesti diingat, apabila cuaca cerah kabut akan dapat segera datang setelah pukul 09.00 - 10.00 pagi, sehingga lekas selesaikan pengambilan gambar di tempat ini :)

2
Saya nggak tahu apa nama tempat ini, tapi yang jelas, tempatnya berada di pinggir jalan di mana kita dapat melihat pemandangan Gunung Batok, Bromo dan Semeru agak lebih dekat dengan sudut yang berbeda. Berhubung tempatnya di pinggir jalan, awas ati-ati, parkirlah kendaraan anda di tempat yang aman :)

3
Kawah/Kaldera Bromo. Anda dapat mengambil gambar di lokasi ini. Kemarin saya hanya sampai di kaki kawah, atau awal tangga berundak menuju puncak kawah. Lokasi di sini kebanyakan batu & tebing tanpa vegetasi. Meski demikian, untuk memperoleh gambar yang bagus tinggal main angle & komposisi saja. Oh ya saran saya, kendaraan bermobil hanya bisa sampai di parkiran yang jauhnya munkin antara 900-1200 meter dibawah kaki kawah (ditunjukkan oleh spot no. 4), sehingga untuk sampai ke spot No. 3 hanya bisa dilalui oleh kaki, kuda atau kalo mau nekat bisa naik motor. Jangan jalan kaki! jaraknya sudah bikin 'kemringet' apalagi kalo sudah dandan cantik, alamat rusak tuh dandanan, jangan pula gagah-gagahan naik motor, kalo motornya nyungsep repot mesti dorong-dorong motor tuh... :) Saran bijak naiklah kuda! dengan membayar Rp. 30 ribu - Rp. 70 ribu (tergantung nego), anda tidak akan capek.

4
Setelah menghabiskan waktu di kaki kawah bromo, di bagian parkiran mobil (spot no. 4) meskipun terlihat kosong & flat, masih dapat diambil gambar bagus dengan latar belakang gunung batok atau tebing di bawah penanjakan dengan lautan pasirnya, selain itu, dapatkan model tambahan bersama kuda yang tadi di sewa... hehehe... (kapan lagi bisa foto nunggang kuda..) :)

5
Tempat ini merupakan sabana, atau padang rumput. Tinggal cari spot yang enak aja untuk dapat 'great picture' di sini

6
Tempat ini pernah digunakan untuk syuting pasir berbisik di mana lokasi ini terdapat batu-batu karang besar berserakan, cakep lah buat take pre wedding...

Sebenernya ada satu tempat lagi yang bagus, yaitu di depan restoran lava view, di sini dapat ditemukan titik-titik menarik yang siap diekplorasi lebih dalam. Sayangnya pada pengambilan gambar kemarin, kami tidak dapat menggunakannya akibat hujan turun dengan derasnya..... :(

Segitu aja dulu tulisannya, semoga membatu.


Regards.

Selengkapnya...