Yeah, I've got new Phones... 3 hari yang lalu, Device ini harus saya jemput sendiri ke JNE Tomang pukul 23.00 Malam. Tanpa berpanjang lebar, saya ingin membagi pengalaman saya sejenak bersama Gadget baru saya ini (WARNING : Nggak ada sama sekali pesan sponsor di sini) :

FORM FACTOR & STYLE
Tipis dan Stylish merupakan ciri khas Samsung i780. Meskipun tergolong HP dengan kemampuan komputasi yang mengagumkan, dan mungkin sangat pantas disebut HP kantoran, i780 tidak meninggalkan ciri khas yang modis dan cantik. Secara merk, samsung 1780 merupakan HP Samsung yang pernah saya miliki. Device dengan 37 key QWERTY Thumboard mungkin mengingatkan akan bentuk Blackberry.
Selengkapnya...
FORM FACTOR & STYLE
Tipis dan Stylish merupakan ciri khas Samsung i780. Meskipun tergolong HP dengan kemampuan komputasi yang mengagumkan, dan mungkin sangat pantas disebut HP kantoran, i780 tidak meninggalkan ciri khas yang modis dan cantik. Secara merk, samsung 1780 merupakan HP Samsung yang pernah saya miliki. Device dengan 37 key QWERTY Thumboard mungkin mengingatkan akan bentuk Blackberry.
Mungkin bagi beberapa yang pernah melihat orang memakai device ini, warna hitam merupakan warna yang biasa ditemui, terutama di Jakarta dan di Indonesia pada umumnya. Lantas kenapa warna Device yang saya miliki berwarna merah? Karena ini limited edition (dengan nama retail SAMSUNG i780 RED VALENTINE) dan hanya di jual di Singapura, konon dari beberapa orang kenalan saya, Warna jenis ini tidak akan masuk ke Indonesia kecuali dibawa dari negeri tersebut.
Dalam gambar di atas terlihat bahwa Device ini dilengkapi Touchscreen berukuran 2.55" (TFT 65K, dengan resolusi sampai dengan 320x320), touch screen yang bentuknya tak biasa ini, atau yang tak mau menyebut aneh, membuat beberapa aplikasi tidak berjalan dengan semestinya. Dan terus terang saja, Windows mobile (yang merupakan sitem operasi device ini) merupakan satu-satunya sistem operasi yang didukung oleh ribuan aplikasi Third Party yang berjalan dalam platform 320 x 240 (atau rasio 4:3)! Ini artinya ada masih terdapat gap yang harus diisi oleh devoper software untuk menciptakan dukungan kepada device ini. Namun meskiupun demikian, jika rajin mencari ada beberapa program third party yang jalan dengan baik.
Dibagian lainnya, 37 biji QWERTY Thumboard (saya sebut demikian, karena memang pas untuk jempol) memberikan kesan professional (merupakan salah satu alasan utama saya menjatuhkan hati pada device ini). Satu hal lain yang penting yang menurut saya revolusioner adalah penggunaan Mouse pointer atau track pad! (sama dengan pointer atau touchpad yang ada di notebook meskipun hanya cukup untuk satu jempol saja) menggantikan joystock yang biasanya selalu ada di setiap device Komunikasi masa kini.
Finishing case Device ini cukup baik, di bagian depan finishing berupa glossy piano, yang membuat device ini terlihat mengkilat dan sangat elegan, kalau diperhatikan dengan lebih seksama ada semacam glitter yang mirip sebuah cat metalik pada mobil.

Bagian belakang hanya terdiri dari sebuah kamera berkemampuan 2 Megapixel (tanpa autofokus) dan terdapat lubang speaker phone. Finishing bagian belakang berbeda dengan bagian depan, di mana bagian depan punya finishing glossy piano, sementara di bagian ini matte atau doff. Satu hal yang kurang menyenangkan, bagian ini mudah sekali menjadi ladang minyak dan tempat serap keringat tangan (finger & hand print) yang memegangnya. seharusnya perlu dipikirkan bagaimana membuat hal ini tidak perlu terjadi. Saya baca beberapa review di internet apabila dibandingkan dengan saudara-nya SAMSUNG i600, bagian belakang ini terkesan rapuh dan tidak sekuat i600, entahlah tapi yang jelas, apabila bagian belakang ini (terutama batery cover) apabila terpapar secara terus-menerus dengan keringat dan minyak tangan bukan mustahil cat-nya mulai pudar dan menghilang (I am pretty sure 'bout that!)

Di bagian samping, Samsung mengaplikasikan semacam "tulang" yang memiliki kesan berlapis titanium, di mana terdiri dari sebuah tombol dua arah yang fungsi utamanya adalah untuk pengaturan volume. Selain itu terdapat lubang untuk melakukan softreset. di bagian atas, terdapat tempat untuk mengaitkan lanyard.

Di bagian ini, terdapat sebuah tombol yang berasosiasi langsung dengan eksekusi media player atau shutter camera, tempat memory card dan lubang charger/kabel data/handsfree. Secara brilian samsung menempatkan tombol dan lubang ini menjadi sebuah design yang menawan. Saya akan sampaikan kekurangannya di bawah.

Di bagian bawah, tidak ada yang terlalu banyak tombol maupun lubang. Hanya terdapat sebuah lubang microphone atau biasa disebut mouthpiece

Di bagian atas terdiri dari sebuah tombol power, lubang speaker dan tempat sylus. Oh ya stylus dari Samsung i780 merupakan sylus teleskopik, yang dapat memanjang seperti antena. Sylus-nya sendiri cukup kecil, dan bagi saya yang biasa menggunakan PDA berukuran normal, stylus ini menjadi sangat mungil dan tidak mudah digunakan. BTW, bagi yang sudah menggunakan thumb mouse pointer, stylus mungkin tidak terlalu berguna.
SPESIFIKASI UMUM

WHAT'S IN THE BOX

Dalam paket penjualan terdiri dari :
1 (satu) unit Device Samsung i780 (Red Valentine)
1 (satu) unit Travel Charger
1 (satu) unit Battery charger
1 (satu) unit handsfree stereo
1 (satu) unit Kabel data usb
2 (dua) unit standar battery
1 (satu) unit transflash 1 GB
1 (satu) unit CD (Berisi Active Sync)
1 (satu) unit Quickstart Guide
1 (satu) unit Kartu Garansi
1 (satu) unit Box
BTW, Samsung i780 ini sudah terpasang screen protector yang cukup presisi menutup seluruh layar.
METODE INPUT

QWERTY Thumb board terdiri dari 37 Key berukuran mini. Bagi yang belum terbiasa, ukuran sekecil ini terasa menyulitkan. namun bagi yang sudah membiasakan diri mungkin akan lebih mudah. Keyboard ini tersusun dari 4 Baris, 3 baris pertama merupakan input key biasa, sementara yang terakhir terdiri dari special key. Terdapat dua dedicated key yaitu untuk SMS/Mail, GPS dan Fungsi getar. Tombol numeric dibedakan dengan warna putih di 3/4 tombolnya.
Di bagian atas thumboard, terdapat jajaran tombol yang terdiri dari Tombol Hijau (Call Keys - Sekaligus berfungsi sebagai Speakerphone), Tombol Merah (End Keys - Sekaligus berfungsi sebagai locking key), Tombol Windows, Tombol OK, dan yang terakhir Mouse Pointer yang dapat nerfungsi sebagai tombol eksekusi.
Mouse Pointer atau track pad, yang hanya pas seukuran jempol tangan terasa relatif mudah digunakan. Namun, bagi veteran pengguna PDA murni feature ini mungkin akan memperlambat gerak. Dengan stylus kita bisa langsung menuju ke titik yang ingin kita eksekusi, namun dengan memakai ini membutuhkan waktu.
Satu hal yang tidak saya suka, bagi para pengguna di kawasan tropis seperti di Indonesia, apalagi Jakarta yang gerah ini, ketika jempol kita berkeringat, sulit sekali mengarahkan pointer ke arah tertentu (dan ini suka membuat frustasi!). Namun, kita nggak bisa melihat ini dari satu sisi saja, dengan adanya pointer ini cukup hanya satu tangan yang bekerja!
LAYAR & KONEKTIVITAS EKSTERNAL

Layar berukuran 2.55" ini merupakan sebuah pilihan yang kurang bijaksana bagi developer device ini-sudah banyak orang mengatakan demikian-dan saya tidak akan mengulangi bahasan itu. Hanya sedikit merefresh bahwa memang saya agak kes ulitan memperoleh software third party yang bener2 klop dengan device ini, mengingat umumnya softawre yang di release memiliki resulusi layar dengan rasio 4:3 sementara resolusi device ini adalah square
Tidak seperti LCD PDA pada umumnya, LCD Device ini relatif keras, wajar mengingat lapisan LCD menyatu dengan body secara keseluruhan. Untuk melakukan tapping, saya belum terbiasa dan seolah-olah saya merasakan kekerasan yang tidak biasa dibandingkan PDA konvensional pada umumnya.

Seandainya saja Samsung dapat melengkapi standar plug 3.5" untuk handsfree dan earphone maka Device ini dapat menjadi sebuah Multi-media player yang mumpuni, mengingat tersedia puluhan jenis earphone dengan reproduksi suara yang lebih maksimal dibandingkan dengan bawaan pabrik. Jujur saja dengan plug all in (data, charger, handsfree) menjadikan konektivitas tidak fleksibel.
Mekanisme buka tutup lubang cukup mengkhawatirkan saya ketika setiap hari harus melakukan charging, syncronise dengan PC/Laptop dan mendengarkan musik lewat handsfree yang disediakan. Kekhawatiran saya mungkin terlalu berlebihan, namun saya rasa cukup beralasan, mengingat dapat saja tutup lubang charger/kabel data/handsfree dapat saja longgar dan akhirnya lepas.
Memang, dengan penggabungan ini lebih mempercantik tampilan Samsung i780, siapapun saya kira sependapat dengan saya, bahwa dengan design minimalis ini samsung akan mudah menjatuhkan hati siapa saja yang memegangnya. Dengan design tipis (12.9mm) membuat device ini akan mudah dikantongi.
Oh ya, Device ini bisa membaca 8 GB transflash/microSD. sama seperti yang saya gunakan dalam gambar (Transcend Transflash/microSD 8GB Class 4). Sebenarnya saya ingin mencoba menggunakan Transflash 16 GB namun di Jakarta belum tersedia, sehingga harus puas memakai ukuran 8GB. Meskipun besar, dengan kondisi saat ini, ukuran 8GB pun hanya tersisa 1/3-nya. mengingat saya dokumen yang terkandung di dalamnya cukup banyak.
BATTERY

Apabila bagian belakang Samsung i780 dibuka, maka akan tampak seperti gambar di atas. Cukup sederhana kelihatannya. Battery menempati 1/3 bagian dari mesin secara keseluruhan. Samsung juga bermurah hati memberikan tambahan 1 buah battery sehingga dengan demikian apabila dalam perjalanan tiba-tiba device kita kehabisan battery, maka dengan mudah akan menggantinya.
Seberapa kuat sih battery i780 mampu menghidupi device ini? secara umum, battery standard ini tergolong cukup kuat. Meskipun saya tidak melakukan test yang didukung oleh hardware pengetesan. Namun charging ulang setelah digunakan secara intensif 1.5 hari, cukup memberikan alasan bagi saya untuk berkata demikian. Apabila hanya dipake untuk menerima beberapa telp atau SMS saya kira battery ini bisa bertahan lebih lama.
TIPS! : Bagi sebagian orang, melepas battery cover Samsung cukup melelahkan dan membuat sedikit frustasi, mengingat kuatnya kaitan yang mencegah agar tutup battery jatuh dan hilang. Begini caranya.
1. Pegang Device dengan tangan kanan.
2. Kemudian tengkurapkan dengan posisi terbalik sehingga LCD berada tepat di telapak tangan kiri dan thumb boardnya ada di jari tangan kiri juga
3. Setelah device tengkurap dengan posisi terbalik, taruh telapak tangan kanan di atas tutup battery.
4. Berikan tekanan yang wajar ke seluruh bidang cover battery, dan dorong ke depan tutup battery (dengan telapak tangan kanan)
5. Maka, VOILLA!!! Battery cover akan terbuka :)

Satu lagi terobosan yang cukup brilian dari Samsung, dalam paket penjualan disertakan kotak yang dapat melakukan charging battery ke dua. Sehingga ini sangat memudahkan bagi mereka yang cukup sibuk dan tidak bisa lepas dari jaringan (HP Mati). Sementara battery utama dipakai di Device, battery cadangan dapat dicharge di mana saja, sepanjang terdapat AC Outlet.
KONKLUSI
Memang tak ada yang sempurna di dunia ini termasuk Samsung i780, namun demikian ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan di sini antara lain :
+ Slim, Slik, dan Design yang menarik
+ Ringan dan mudah digenggam
+ Track pad merupakan sebuah inovasi yang oke
+ Prosessor yang cepat
+ ROM & RAM yang besar
+ GPS (Support A-GPS) built in
+ Syncronisasi Mudah
+ Konektivitas yang mudah dan cepat
+ Battery tahan lama
- Resolusi layar yang tidak biasa (lack support from 3rd party software)
- QWERTY Thumb board yang elatif kecil
- Nggak ada Autofokus di layar kamera
- Battery cover mudah meninggalkan jejak minyak (fingerprints)
- Design Plug Kabel dana eksklusif
- Nggak ada plug 3.5" untuk earphone
Oke kira-kira sementara demikian, my On Hands hardware review, mungkin masih banyak hal yang belum saya mengerti mengingat baru beberapa hari saja device ini ada di tangan saya. Khusus untuk review software akan saya tulis dalam posting tersendiri.
I N F O
Photographer : Reza Rachmadiananto
Camera : Canon EOS 400D
Lenses : Tamron 17-50mm f/2.8 XR Di II
Flash : Nissin Di622
Filter : Hoya UV
Dalam gambar di atas terlihat bahwa Device ini dilengkapi Touchscreen berukuran 2.55" (TFT 65K, dengan resolusi sampai dengan 320x320), touch screen yang bentuknya tak biasa ini, atau yang tak mau menyebut aneh, membuat beberapa aplikasi tidak berjalan dengan semestinya. Dan terus terang saja, Windows mobile (yang merupakan sitem operasi device ini) merupakan satu-satunya sistem operasi yang didukung oleh ribuan aplikasi Third Party yang berjalan dalam platform 320 x 240 (atau rasio 4:3)! Ini artinya ada masih terdapat gap yang harus diisi oleh devoper software untuk menciptakan dukungan kepada device ini. Namun meskiupun demikian, jika rajin mencari ada beberapa program third party yang jalan dengan baik.
Dibagian lainnya, 37 biji QWERTY Thumboard (saya sebut demikian, karena memang pas untuk jempol) memberikan kesan professional (merupakan salah satu alasan utama saya menjatuhkan hati pada device ini). Satu hal lain yang penting yang menurut saya revolusioner adalah penggunaan Mouse pointer atau track pad! (sama dengan pointer atau touchpad yang ada di notebook meskipun hanya cukup untuk satu jempol saja) menggantikan joystock yang biasanya selalu ada di setiap device Komunikasi masa kini.
Finishing case Device ini cukup baik, di bagian depan finishing berupa glossy piano, yang membuat device ini terlihat mengkilat dan sangat elegan, kalau diperhatikan dengan lebih seksama ada semacam glitter yang mirip sebuah cat metalik pada mobil.
Bagian belakang hanya terdiri dari sebuah kamera berkemampuan 2 Megapixel (tanpa autofokus) dan terdapat lubang speaker phone. Finishing bagian belakang berbeda dengan bagian depan, di mana bagian depan punya finishing glossy piano, sementara di bagian ini matte atau doff. Satu hal yang kurang menyenangkan, bagian ini mudah sekali menjadi ladang minyak dan tempat serap keringat tangan (finger & hand print) yang memegangnya. seharusnya perlu dipikirkan bagaimana membuat hal ini tidak perlu terjadi. Saya baca beberapa review di internet apabila dibandingkan dengan saudara-nya SAMSUNG i600, bagian belakang ini terkesan rapuh dan tidak sekuat i600, entahlah tapi yang jelas, apabila bagian belakang ini (terutama batery cover) apabila terpapar secara terus-menerus dengan keringat dan minyak tangan bukan mustahil cat-nya mulai pudar dan menghilang (I am pretty sure 'bout that!)
Di bagian samping, Samsung mengaplikasikan semacam "tulang" yang memiliki kesan berlapis titanium, di mana terdiri dari sebuah tombol dua arah yang fungsi utamanya adalah untuk pengaturan volume. Selain itu terdapat lubang untuk melakukan softreset. di bagian atas, terdapat tempat untuk mengaitkan lanyard.
Di bagian ini, terdapat sebuah tombol yang berasosiasi langsung dengan eksekusi media player atau shutter camera, tempat memory card dan lubang charger/kabel data/handsfree. Secara brilian samsung menempatkan tombol dan lubang ini menjadi sebuah design yang menawan. Saya akan sampaikan kekurangannya di bawah.
Di bagian bawah, tidak ada yang terlalu banyak tombol maupun lubang. Hanya terdapat sebuah lubang microphone atau biasa disebut mouthpiece
Di bagian atas terdiri dari sebuah tombol power, lubang speaker dan tempat sylus. Oh ya stylus dari Samsung i780 merupakan sylus teleskopik, yang dapat memanjang seperti antena. Sylus-nya sendiri cukup kecil, dan bagi saya yang biasa menggunakan PDA berukuran normal, stylus ini menjadi sangat mungil dan tidak mudah digunakan. BTW, bagi yang sudah menggunakan thumb mouse pointer, stylus mungkin tidak terlalu berguna.
SPESIFIKASI UMUM
WHAT'S IN THE BOX
Dalam paket penjualan terdiri dari :
1 (satu) unit Device Samsung i780 (Red Valentine)
1 (satu) unit Travel Charger
1 (satu) unit Battery charger
1 (satu) unit handsfree stereo
1 (satu) unit Kabel data usb
2 (dua) unit standar battery
1 (satu) unit transflash 1 GB
1 (satu) unit CD (Berisi Active Sync)
1 (satu) unit Quickstart Guide
1 (satu) unit Kartu Garansi
1 (satu) unit Box
BTW, Samsung i780 ini sudah terpasang screen protector yang cukup presisi menutup seluruh layar.
METODE INPUT
QWERTY Thumb board terdiri dari 37 Key berukuran mini. Bagi yang belum terbiasa, ukuran sekecil ini terasa menyulitkan. namun bagi yang sudah membiasakan diri mungkin akan lebih mudah. Keyboard ini tersusun dari 4 Baris, 3 baris pertama merupakan input key biasa, sementara yang terakhir terdiri dari special key. Terdapat dua dedicated key yaitu untuk SMS/Mail, GPS dan Fungsi getar. Tombol numeric dibedakan dengan warna putih di 3/4 tombolnya.
Di bagian atas thumboard, terdapat jajaran tombol yang terdiri dari Tombol Hijau (Call Keys - Sekaligus berfungsi sebagai Speakerphone), Tombol Merah (End Keys - Sekaligus berfungsi sebagai locking key), Tombol Windows, Tombol OK, dan yang terakhir Mouse Pointer yang dapat nerfungsi sebagai tombol eksekusi.
Mouse Pointer atau track pad, yang hanya pas seukuran jempol tangan terasa relatif mudah digunakan. Namun, bagi veteran pengguna PDA murni feature ini mungkin akan memperlambat gerak. Dengan stylus kita bisa langsung menuju ke titik yang ingin kita eksekusi, namun dengan memakai ini membutuhkan waktu.
Satu hal yang tidak saya suka, bagi para pengguna di kawasan tropis seperti di Indonesia, apalagi Jakarta yang gerah ini, ketika jempol kita berkeringat, sulit sekali mengarahkan pointer ke arah tertentu (dan ini suka membuat frustasi!). Namun, kita nggak bisa melihat ini dari satu sisi saja, dengan adanya pointer ini cukup hanya satu tangan yang bekerja!
LAYAR & KONEKTIVITAS EKSTERNAL
Layar berukuran 2.55" ini merupakan sebuah pilihan yang kurang bijaksana bagi developer device ini-sudah banyak orang mengatakan demikian-dan saya tidak akan mengulangi bahasan itu. Hanya sedikit merefresh bahwa memang saya agak kes ulitan memperoleh software third party yang bener2 klop dengan device ini, mengingat umumnya softawre yang di release memiliki resulusi layar dengan rasio 4:3 sementara resolusi device ini adalah square
Tidak seperti LCD PDA pada umumnya, LCD Device ini relatif keras, wajar mengingat lapisan LCD menyatu dengan body secara keseluruhan. Untuk melakukan tapping, saya belum terbiasa dan seolah-olah saya merasakan kekerasan yang tidak biasa dibandingkan PDA konvensional pada umumnya.
Seandainya saja Samsung dapat melengkapi standar plug 3.5" untuk handsfree dan earphone maka Device ini dapat menjadi sebuah Multi-media player yang mumpuni, mengingat tersedia puluhan jenis earphone dengan reproduksi suara yang lebih maksimal dibandingkan dengan bawaan pabrik. Jujur saja dengan plug all in (data, charger, handsfree) menjadikan konektivitas tidak fleksibel.
Mekanisme buka tutup lubang cukup mengkhawatirkan saya ketika setiap hari harus melakukan charging, syncronise dengan PC/Laptop dan mendengarkan musik lewat handsfree yang disediakan. Kekhawatiran saya mungkin terlalu berlebihan, namun saya rasa cukup beralasan, mengingat dapat saja tutup lubang charger/kabel data/handsfree dapat saja longgar dan akhirnya lepas.
Memang, dengan penggabungan ini lebih mempercantik tampilan Samsung i780, siapapun saya kira sependapat dengan saya, bahwa dengan design minimalis ini samsung akan mudah menjatuhkan hati siapa saja yang memegangnya. Dengan design tipis (12.9mm) membuat device ini akan mudah dikantongi.
Oh ya, Device ini bisa membaca 8 GB transflash/microSD. sama seperti yang saya gunakan dalam gambar (Transcend Transflash/microSD 8GB Class 4). Sebenarnya saya ingin mencoba menggunakan Transflash 16 GB namun di Jakarta belum tersedia, sehingga harus puas memakai ukuran 8GB. Meskipun besar, dengan kondisi saat ini, ukuran 8GB pun hanya tersisa 1/3-nya. mengingat saya dokumen yang terkandung di dalamnya cukup banyak.
BATTERY
Apabila bagian belakang Samsung i780 dibuka, maka akan tampak seperti gambar di atas. Cukup sederhana kelihatannya. Battery menempati 1/3 bagian dari mesin secara keseluruhan. Samsung juga bermurah hati memberikan tambahan 1 buah battery sehingga dengan demikian apabila dalam perjalanan tiba-tiba device kita kehabisan battery, maka dengan mudah akan menggantinya.
Seberapa kuat sih battery i780 mampu menghidupi device ini? secara umum, battery standard ini tergolong cukup kuat. Meskipun saya tidak melakukan test yang didukung oleh hardware pengetesan. Namun charging ulang setelah digunakan secara intensif 1.5 hari, cukup memberikan alasan bagi saya untuk berkata demikian. Apabila hanya dipake untuk menerima beberapa telp atau SMS saya kira battery ini bisa bertahan lebih lama.
TIPS! : Bagi sebagian orang, melepas battery cover Samsung cukup melelahkan dan membuat sedikit frustasi, mengingat kuatnya kaitan yang mencegah agar tutup battery jatuh dan hilang. Begini caranya.
1. Pegang Device dengan tangan kanan.
2. Kemudian tengkurapkan dengan posisi terbalik sehingga LCD berada tepat di telapak tangan kiri dan thumb boardnya ada di jari tangan kiri juga
3. Setelah device tengkurap dengan posisi terbalik, taruh telapak tangan kanan di atas tutup battery.
4. Berikan tekanan yang wajar ke seluruh bidang cover battery, dan dorong ke depan tutup battery (dengan telapak tangan kanan)
5. Maka, VOILLA!!! Battery cover akan terbuka :)
Satu lagi terobosan yang cukup brilian dari Samsung, dalam paket penjualan disertakan kotak yang dapat melakukan charging battery ke dua. Sehingga ini sangat memudahkan bagi mereka yang cukup sibuk dan tidak bisa lepas dari jaringan (HP Mati). Sementara battery utama dipakai di Device, battery cadangan dapat dicharge di mana saja, sepanjang terdapat AC Outlet.
KONKLUSI
Memang tak ada yang sempurna di dunia ini termasuk Samsung i780, namun demikian ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan di sini antara lain :
+ Slim, Slik, dan Design yang menarik
+ Ringan dan mudah digenggam
+ Track pad merupakan sebuah inovasi yang oke
+ Prosessor yang cepat
+ ROM & RAM yang besar
+ GPS (Support A-GPS) built in
+ Syncronisasi Mudah
+ Konektivitas yang mudah dan cepat
+ Battery tahan lama
- Resolusi layar yang tidak biasa (lack support from 3rd party software)
- QWERTY Thumb board yang elatif kecil
- Nggak ada Autofokus di layar kamera
- Battery cover mudah meninggalkan jejak minyak (fingerprints)
- Design Plug Kabel dana eksklusif
- Nggak ada plug 3.5" untuk earphone
Oke kira-kira sementara demikian, my On Hands hardware review, mungkin masih banyak hal yang belum saya mengerti mengingat baru beberapa hari saja device ini ada di tangan saya. Khusus untuk review software akan saya tulis dalam posting tersendiri.
I N F O
Photographer : Reza Rachmadiananto
Camera : Canon EOS 400D
Lenses : Tamron 17-50mm f/2.8 XR Di II
Flash : Nissin Di622
Filter : Hoya UV